KLUBMARKETING.COM

Blog Edukasi Digital Marketing

Strategi Call-To-Action Efektif Untuk Tingkatkan Konversi Bisnis Online

Sumber: Unsplash.com

KlubMarketing.com – Strategi Call-To-Action Efektif Untuk Tingkatkan Konversi Bisnis Online | Halo Sobat Marketing! Menjalankan sebuah bisnis tidak bisa terlepas dari kegiatan pemasaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, bisnis anda akan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, anda juga harus mempelajari berbagai strategi dan teknik pemasaran yang tepat agar konversi penjualan turut meningkat.

Salah satu teknik yang dapat menarik minat calon konsumen adalah penggunaan call to action di setiap penawaran yang anda promosikan. Mungkin anda belum pernah mendengar apa itu call to action? Ini merupakan sebuah teknik yang digunakan dalam penjualan bisnis online agar penawaran yang dipromosikan bisa mendapatkan respon langsung dari calon pembeli.

Baca: Strategi Tingkatkan Omzet Bisnis: Up Selling, Down Selling, Cross Selling

Kalimat yang digunakan sebagai Call To Action (CTA) tidak bisa sembarangan, anda harus menggunakan kalimat yang membuat orang tertarik dan terdorong untuk segera menghubungi kontak bisnis online anda. Strategi ini sudah terbukti efektif dan berlaku untuk bisnis online maupun offline.

Peran Penting Strategi Call-To-Action Dalam Sebuah Bisnis Online

Sumber: Yandex.com

Teknik call-to-action merupakan strategi pemasaran digital sederhana yang bisa anda terapkan ke dalam penawaran bisnis online. Walaupun terkesan simpel, namun tujuan bisnis seperti menaikkan omzet penjualan bisa tercapai dengan lebih maksimal bila anda menggunakan strategi ini secara tepat. Lantas, bagaimana cara tingkatkan conversion rate dengan mengandalkan strategi call-to-action?

Sebelum membahasnya lebih lanjut, ada baiknya pahami terlebih dahulu apa itu conversion rate. Dalam sebuah website, setiap pengunjung yang datang disebut sebagai visitors. Dari total jumlah visitors yang berkunjung ke website bisnis online anda, ada beberapa presentase pengunjung yang langsung melakukan transaksi pembelian. Inilah yang disebut sebagai conversion rate.

Baca: 7 Peluang Bisnis Online Yang Menjanjikan Dan Bisa Memberikan Keuntungan Maksimal

Alasan mengapa strategi call-to-action dapat mempengaruhi conversion rate adalah karena teknik ini mampu membujuk konsumen “secara halus” untuk melakukan apa yang anda harapkan dalam sebuah proses penjualan online. Sederhananya, penggunaan kalimat call-to-action yang tepat akan mendorong konsumen segera menyelesaikan transaksi pembelian.

Pentingnya call-to-action yang dapat membantu meningkatkan conversion rate pada website suatu bisnis juga didukung oleh sebuah data yang dikutip dari bmmagazine.co.uk yang mengatakan bahwa sebesar 90% orang akan segera bertransaksi bila terdapat tombol CTA yang jelas. Tidak hanya itu, berdasarkan studi pemasaran dari copyandcheck.com, sebesar 21.67% pebisnis umumnya menggunakan tiga CTA berbeda pada beranda website.

Mengaplikasikan Strategi Call-To-Action, Mulai Darimana?

Sumber: Yandex.com

Selain melalui website, media sosial seperti instagram, youtube, dan tiktok seringkali digunakan untuk memaksimalkan promosi bisnis online. Pemilihan media pemasaran ini tergantung dimana target konsumen anda berada. Namun, bila saat ini anda fokus pada aktifitas promosi melalui website, pahamilah bahwa penambahan teknik call to action merupakan salah satu cara tingkatkan konversi website yang paling efektif.

Baca: Belajar Copywriting Efektif Sebagai Strategi Penjualan Bisnis Online

Bahkan, menurut hasil studi yang dilansir dari situs NeilPatel.com, penggunaan CTA yang tepat mampu menaikkan konversi hingga 519%. Maka dari itu, sebelum memulai menciptakan sebuah call to action yang efektif untuk bisnis online anda, berikut beberapa kemampuan dan hal penting yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

1. Mulai Mengasah Kreativitas Mengolah Kata

Mengolah kata untuk tujuan pemasaran memerlukan strategi khusus yang perlu anda pelajari. Jangan menyampaikan apa yang ingin anda sampaikan, namun pastikan kata-kata tersebut menarik emosi target audiens anda sehingga tercipta rasa penasaran yang memantik rasa keingintahuan calon konsumen terhadap produk anda.

2. Menjelaskan Manfaat Dari Produk Yang Ditawarkan

Dalam memberikan penjelasan tentang produk tidak perlu bertele-tele. Cukup berikan penjelasan singkat, namun jelas yang berisi informasi manfaat suatu produk. Dengan demikian, konsumen akan mendapatkan cukup gambaran mengenai produk yang sedang anda tawarkan. Jelaskan saja poin-poin dan alasan penting mengapa para calon konsumen harus memiliki produk yang anda tawarkan.

3. Memberikan Penawaran Terbatas

Penawaran produk dengan waktu atau jumlah terbatas dapat mendorong para konsumen untuk melakukan transaksi pembelian sesegera mungkin. Apalagi jika produk tersebut sangat bermanfaat atau memiliki harga jual yang terjangkau, maka konsumen pun akan merasa rugi jika melewatkan penawaran yang anda berikan.

4. Menggunakan Kalimat Perintah

Mungkin terkesan seperti memaksa orang lain untuk melakukan apa yang anda inginkan, tapi kenyataannya menggunakan cara ini efektif menarik minat konsumen untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Contoh call to action efektif dengan tipe kalimat perintah ini adalah seperti menggunakan kalimat “beli sekarang!” “persediaan terbatas!” “hubungi kami!” dan “temukan caranya di sini!”.

Taktik Call-To-Action Yang Efektif Untuk Konversi Penjualan 

Sumber: Yandex.com

Setelah memahami peran penting strategi call-to-action serta cara mengaplikasikannya, berikut tips memilih call-to-action efektif sebagai taktik untuk menaikkan konversi penjualan bisnis online.

A. Menempatkan Call To Action Di Seluruh Konten Website

Jangan pernah ragu menempatkan call to action di setiap tahapan pemasaran online bisnis anda, termasuk di dalam setiap konten yang anda kembangkan untuk memberikan edukasi kepada calon konsumen. Dengan memberikan arahan kepada pengunjung website, mereka akan lebih mudah mengikuti flow untuk bertransaksi.

B. Pemilihan Warna Font Mempengaruhi Tingkat Conversion Rate

Ternyata mengaplilakasikan warna pada kalimat call to action dapat memberikan pengaruh terhadap pengunjung situs yang melihatnya. Hasil data dari quicksprout.com menyatakan bahwa penggunaan warna oranye berpengaruh besar terhadap rate conversion website sebesar 32.5% dan warna merah sebesar 21%.

C. Penempatan Terbaik Untuk Penggunaan Call To Action

Posisi call to action juga dapat berpengaruh terhadap conversion rate website. Berdasarkan hasil studi yang dikutip dari protocol88.com, rata-rata presentase conversion rate adalah 0,5-1,0% bila ditempatkan di bagian samping website, 1,8% bila dijadikan pop-up, dan mencapai 10-25% bila berada di halaman awal website.

D. Maksimalkan Penggunaan Visualisasi Tombol

Salah satu strategi yang sederhana, namun cukup efektif meningkatkan conversion rate website adalah memaksimalkan penggunaan visualisasi tombol ketika mencantumkan call to action. Bahkan, CopyBlogger menemukan hasil studi yang menyatakan bahwa konversi website dapat meningkat hingga 45% ketika pemilik bisnis online menempatkan visualisasi tombol ke dalam websitenya. Sementara itu, penempatan tombol call to action terbaik adalah di bagian kanan, persis di bawah foto produk.

Itulah beberapa strategi call-to-action yang efektif untuk diterapkan ke dalam bisnis online anda. Jika anda membutuhkan bantuan dari expert untuk menjalankan digital marketing atau pembuatan website profesional, silahkan Hubungi Kami untuk mulai konsultasi secara virtual. Silahkan bagikan artikel ini bila bermanfaat bagi anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: